Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Ia Dia

Perempuan itu rentan. Ia merasa apa yang seharusnya tidak ia rasakan. Ia melakukan hal yang ia tahu akan sakit pada akhirnya. Ia mencoba untuk biasa seakan tak ada yang terjadi. Ia hanya terlalu hanyut akan perasaan, terlalu sensitif bahkan untuk hal yang tak perlu. Suatu ketika, ia merasa sombong akan sesuatu. Merasa bahwa miliknya takkan pergi, merasa bahwa ia pemenang akan segala. Begitulah sampai ia menyadari bahwa ia tak berhak atas apapun. Bahwa semua akan kembali. Kembali atas ujung atau bisa kita sebut takdir. Sempat ada perasaan ingin bermain. Melihat kebelakang dan sejenak istirahat. Mengingat bahwa rasa nyaman dan biasa telah melekat. Merasa bahwa tak ada salahnya mengenang. Tersadar akan hal bodoh, bahwa ketika memulai semua takkan kembali. Bahwa ketika rasa percaya terkhianati ia akan pergi. Ketika kembali kepada diri, perempuan itu membayangkan hal yang sama ketika ia menjadi dia. Merasakan sakit teramat dan hati itu takkan bisa pulih setelah ia hancur. Tentang masa l...